Penerbit Buku Ajar Sumatera

Anda kesulitan mencari Penerbit Buku di Sumatera yang berpengalaman dan bisa di percaya menerbitkan buku anda dengan cepat serta profesional dalam menerbitkan buku untuk wilayah Pulau Sumatera.

Anda kesulitan mencari Penerbit Buku di Sumatera yang berpengalaman dan bisa di percaya menerbitkan buku anda dengan cepat serta profesional dalam menerbitkan buku untuk wilayah Pulau Sumatera.?

Manggu Info Jawaban’nya, Kami bersedia menerbitkan Artikel milik anda dan kami mempermudah kerja anda, Layanan kami menjangkau keseluruh Pulau Sumatera di antaranya.

Penerbit Buku di Provinsi Sumatera Meliputi: Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Aceh, Lampung, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau,

Penerbit Buku di Kabupaten dan kota di Sumatera Meliputi: Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Aceh, Lampung, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau,

Penerbit Buku di Kota besar Sumatera Meliputi: Kota Banda Aceh, Kota Langsa, Kota Lhokseumawe, Kota Sabang, Kota Subulussalam, Kota Binjai, Kota Gunungsitoli, Kota Medan, Kota Padang Sidempuan, Kota Pematangsiantar, Kota Sibolga, Kota Tanjungbalai, Kota Tebing Tinggi, Kota Bengkulu, Kota Jambi, Kota Sungaipenuh, Kota Dumai, Kota Pekanbaru, Kota Bukittinggi, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Pariaman, Kota Payakumbuh, Kota Saw,ahlunto, Kota Solok, Kota Lubuklinggau, Kota Pagar Alam, Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kota Pangkal Pinang, Kota Batam, Kota Tanjungpinang,

Penerbit Buku Ajar Untuk Pulau Sumatera

Manggu Info adalah Penerbit Buku Ajar di Bandung, Menerbitkan Buku Ajar untuk keperluan pendidikan Perguruan tinggi S1, S2, S3.


Produk Manggu Info

Kunjungi beberapa Produk Buku yang sudah kami terbitkan sebagai berikut.
Produk Buku
Buku Ajar

Sejarah Pulau Sumatera

Sumatera atau Sumatra adalah pulau keenam terbesar di dunia yang terletak di Indonesia, dengan luas 443.065,8 km2. Penduduk pulau ini sekitar 52.210.926 (sensus 2010). Pulau ini dikenal pula dengan nama lain yaitu Pulau Percha, Andalas, atau Suwarnadwipa (bahasa Sanskerta, berarti “pulau emas”). Kemudian pada Prasasti Padang Roco tahun 1286 dipahatkan swarnnabhūmi (bahasa Sanskerta, berarti “tanah emas”) dan bhūmi mālayu (“Tanah Melayu”) untuk menyebut pulau ini. Selanjutnya dalam naskah Negarakertagama dari abad ke-14 juga kembali menyebut “Bumi Malayu” (Melayu) untuk pulau ini.

Asal nama Sumatera berawal dari keberadaaan Kerajaan Samudera (terletak di pesisir timur Aceh). Diawali dengan kunjungan Ibnu Batutah, petualang asal Maroko ke negeri tersebut pada tahun 1345, dia melafalkan kata Samudera menjadi Samatrah, dan kemudian menjadi Sumatra atau Sumatera, selanjutnya nama ini tercantum dalam peta-peta abad ke-16 buatan Portugis, untuk dirujuk pada pulau ini, sehingga kemudian dikenal meluas sampai sekarang.

Penduduk Pulau Sumatera
Secara umum, pulau Sumatera didiami oleh bangsa Melayu, yang terbagi ke dalam beberapa suku. Suku-suku besar ialah Aceh, Batak, Melayu, Minangkabau, Basemah, Rejang, Ogan, Komering, dan Lampung. Di wilayah pesisir timur Sumatera dan di beberapa kota-kota besar seperti Medan, Batam, Palembang,Pekanbaru, dan Bandar Lampung, banyak bermukim etnis Tionghoa. Penduduk pulau Sumatera hanya terkonsentrasi di wilayah Sumatera Timur dan dataran tinggi Minangkabau. Mata pencaharian penduduk Sumatera sebagian besar sebagai petani, nelayan, dan pedagang.

Penduduk Sumatera mayoritas beragama Islam dan sebagian kecil merupakan penganut ajaran Kristen Protestan, terutama di wilayah Tapanuli dan Toba-Samosir, Sumatera Utara. Di wilayah perkotaan, seperti Medan, Pekanbaru, Batam, Pangkal Pinang, Palembang, dan Bandar Lampung dijumpai beberapa penganut Buddha.

Buku teks merupakan salah satu sumber belajar dan bahan ajar yang banyak digunakan dalam pembelajaran. Buku teks memang merupakan bahan ajar sekaligus sumber belajar bagi siswa yang konvensional. Namun meskipun konvensional dan sudah dipergunakan cukup lama dan banyak yang menganggap tradisional, buku teks pelajaran masih cukup mampu memberikan kontribusi yang baik pada pembelajaran. Beberapa materi pembelajaran tidak dapat diajarkan tanpa bantuan buku teks pelajaran.

Sumber dan pembuat buku teks pelajaran dapat berasal dari berbagai macam. Esensi buku teks pelajaran adalah memberikan informasi dan materi kepada peserta didik melalui bahan yang berbentuk cetakan. Buku pelajaran memuat materi pelajaran ditambah dengan informasi yang relevan secara menyeluruh dan lengkap sehingga penggunaan buku teks pelajaran dapat digunakan berdampingan maupun tanpa sumber belajar atau media pembelajaran lainnya.

Fungsi Buku Teks Pelajaran
  • Sebagai bahan referensi atau bahan rujukan oleh peserta didik
  • Sebagai bahan evaluasi
  • Sebagai alat bantu pendidik dalam melaksanakan kurikulum
  • Sebagai salah satu penentu metode atau teknik pengajaran yang akan digunakan pendidik
  • Sebagai sarana untuk peningkatan karir dan jabatan

Tujuan Buku Teks Pelajaran
  • Memudahkan pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran
  • Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengulangi pelajaran atau mempelajari pelajaran baru
  • Menyediakan materi pembelajaran yang menarik bagi peserta didik

Manfaat atau Kegunaan Buku Teks Pelajaran
  • Membantu peserta didik dalam melaksanakan kurikulum karena disusun berdasarkan kurikulum yang berlaku
  • Menjadi pegangan guru dalam menentukan metode pengajaran
  • Memberi kesempatan bagi peserta didik untuk mengulangi pelajaran atau mempelajari materi yang baru
  • Memberikan pengetahuan bagi peserta didik maupun pendidik
  • Menjadi penambah nilai angka kredit untuk mempermudah kenaikan pangkat dan golongan
  • Menjadi sumber penghasilan jika diterbitkan

Buku Ajar

Buku ajar sesungguhnya merupakan media yang sangat penting dan strategis dalam pendidikan. Ia adalah penafsir pertama dan utama dari visi dan misi sebuah pendidikan. Apalagi, menurut Chekley yang dikutip oleh Tim Penilai Buku Ajar Direktorat PAIS buku sebenarnya juga bisa jadi untuk melakukan “jalan pintas” (by pass) dalam peningkatan mutu pendidikan apabila dapat mengeksplorasi lebih dalam topik-topik yang dibahas dalam buku tersebut. Untuk itu diperlukan suatu sinergi bagaimana guru dapat menghasilkan buku yang bukan hanya mencerdaskan, namun juga mencerahkan dan menggugah nalar dan spiritual untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Kita sering menyamakan antara cerdas dengan intelligent, padahal buku yang perlukan bukan hanya melulu untuk membuat orang cerdas.
Reaksi:

Posting Komentar

B575 ID

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget