Pengantar Ulumul Qur’an

Kecintaan terhadap Al-Qur'an membawa manusia untuk selalu berupaya terhadap al-Qur'an. Shalahuddin Hamid menjelaskan bahwa ada tiga jenis upaya manusia terhadap al-Qur'an,





Penulis: Ridhoul Wahidi, M.A.
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Jumlah halaman: 192 hlm.

Kecintaan terhadap Al-Qur'an membawa manusia untuk selalu berupaya terhadap al-Qur'an. Shalahuddin Hamid menjelaskan bahwa ada tiga jenis upaya manusia terhadap al-Qur'an, yaitu:

Pertama, upaya manusia melestarikan dan menjaga al-Qur'an sebagai petunjuk dan pedoman. Kedua, Upaya manusia mempelajari al-Qur'an untuk kepentingan ilmiah. Ketiga, upaya manusia mempelajari al-Qur'an untuk mengurangi, mengaburkan mukjizat al-Qur'an dan mengingkarinya.


Tiga jenis upaya manusia ini memunculkan berbagai reaksi, ada respon positif dan  negatif yang muncul atas perkembangan tersebut. Salah satunya adalah munculnya berbagai pendapat dalam memahami al-Qur'an. Ilmu-ilmu yang membahas masalah  yang ada kaitannya dengan permasalahan dalam al-Qur'an disebut Ulumul Qur'an/studi tentang al-Qur'an. Dengan Ulumul Qur'an, kaum muslimin bisa memahami kitab sucinya; dan dengan Ulumul Qur'an pula mereka mampu mempertahankan keaslian dan keabadian kitab sucinya. Namun yang jadi permasalahan atas munculnya Ulumul Qur'an ini adalah: Kapan lahirnya istilah Ulumul Quran? Bagaimana perkembangan Ulumul Qur'an dari masa Rasulullah sampai sekarang? Apa saja ilmu-ilmu yang lahir dari Ulumul Quran?

Buku yang ada dalam gengaman Anda ini, dapat menjadi acuan para pengkaji al-Qur'an, para mahasiswa, dan dosen perguruan tinggi dan umum. Oleh karena itu, saya merekomendasikan kepada Anda untuk memiliki buku ini sebagai sumber untuk mendalami kajian al-Qur'an serta ilmu-ilmu yang lahir darinya.
Tags:
Reaksi:

Posting Komentar

B575 ID

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget