Kerusakan Psikologi yang Ditimbulkan dari Pelecehan Seksual


Pelecehan seksual terhadap anak mengakibatkan efek psikologis pada anak yang menjadi korban. Ini berarti merupakan kerugian bagi si anak dan juga masyarakat serta Negara. Kerugian tersebut merupakan kerugian jangka pendek dan jangka panjang. Kerugian jangka pendek yang ditimbulkan berupa terganggunya perkembangan psikologis di anak. Di samping itu, bagi orang tua dan lingkungannya menjadi beban psikologis terhadap lingkungan masyarakat secara luas.
Begitu juga dengan kerugian jangka panjang. Dimana si korban akan terganggu emosionalnya. Bisa jadi, karena trauma masa kecilnya, dia melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan kepadanya pada masa kecilnya.Hasil studi menyatakan ada hubungan sebab dan akibat dari pelecehan seksual masa kanak-kanak dengan kasus psikopatologi dewasa, termasuk bunuh diri, kelakuan anti-sosial.

Efek psikologis yang ditimbulkan dari kasus pelecehan seksual terhadap anak adalah si anak akan terganggu emosional, fisik dan sosialnya meliputi depresi,gangguan stress pacsa trauma,kegelisahan, gangguan makan, rasa rendah diri yang buruk, gangguan identitas pribadi dan kegelisahan. Gangguan psikologis yang umum seperti somatisasi, sakit saraf, sakit kronis,perubahan perilaku seksual,masalah sekolah/belajar. Efek psikologis ini, jika tidak ditangani dengan serius untuk penyembuhan dan pemulihan psikologis si korban, bisa jadi akan berefek terhadap masalah perilaku termasuk penyalahguanaan obat terlarang, prilaku menyakiti diri sendiri, kekejaman terhadap hewan, kriminalitas ketika dewasa dan bunuh diri.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat yang didanai oleh USA National Institute of Drug Abusebahwa menemukan lebih dari 1.400 perempuan dewasa yang mengalami pelecehan seksual masa kanak-kanaknya terkait langsung (setelah dewasa) dengan ketergantungan obat terlarang, alkohol, dan gangguan kejiwaan.

Sebuah studi telah menemukan bahwa anak yang mengalami pelecehan seksual menderita gerjala psikologis lebih besar dibanding anak-anak normal lainnya. Gejala tersebut diperkiraan antara 51 persen sampai 79 persen. Efek psikologis akan lebih besar jika pelecehan seksual terhadap anak dilakukan oleh keluarga atau kerabat dekat si korban. Faktor yang mempengaruhi efek psikologis yang ditimbulkan adalah masuknya alat kelamin, banyaknya dan lama pelecehan, dan penggunaan kekerasan. Namun, jika anak yang menjadi korban pelecehan seksual tersebut didampingi oleh keluarganya pasca pelesehan akan mempengaruhi atau meminimalisir efek psikologis pada anak tersebut. Oleh kanrenanya dukungan keluarga sangat penting pada pasca pelecehan dalam proses pemulihan psikologis anak.


Tags:
Reaksi:

Posting Komentar

B575 ID

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget