5 Kunci Menjadi Pembisnis Sukses

Profesi bisnis sekarang sudah menjadi dambaan anak muda. Banyak juga orang dari profesi lain beralih ke profesi bisnis, seperti ahli hukum, teknokrat, kedokteran, pendidik/guru, dosen berpindah jalur ke profesi bisnis sebagai pekerjaan utama bukan sambilan.

Banyak kemajuan pandangan masyarakat kita terhadap bisnis dibandingkan dengan dua dekade yang lalu. Pada masa lalu orang tua kita memandang sebelah mata terhadap pekerjaan bisnis belum dapat dianggap sebagai profesi. Orang terpandang, kaum intelektual, ahli agama, menutup minatnya terhadap bisnis, ada rasa malu menerjuni bidang ini. Namun sekarang persepsi demikian telah terkubur, masyarakat tidak memandang rendah lagi, bisnis sudah bisa diangkat menjadi profesi elite dan menjanjikan.

Profesi bisnis sekarang sudah menjadi dambaan anak muda. Banyak juga orang dari profesi lain beralih ke profesi bisnis, seperti ahli hukum, teknokrat, kedokteran, pendidik/guru, dosen berpindah jalur ke profesi bisnis sebagai pekerjaan utama bukan sambilan. Memang profesi bisnis sangat mengasyikan, memberikan kepuasan lahir dan batin kepada pelaksananya. Profesi ini harus kita tekuni, kita rintis, dan kita kembangkan. Masih terbuka luas lapangan kerja, masih banyak komuditi dan kegiatan bisnis yang menantang. Dorongan moral bagi yang beragama, khususnya Islam, sudah terpatri sebuah hadis yang menyatakan bahwa, “pekerjaan paling mulia dalam Islam ialah pekerjaan yang dilakukan dengan tangan sendiri dan jual-beli yang halal”. Jual beli merupakan salah satu bagian dari pada bisnis.

Rakyat Indonesia yang sebagian besar beragama Islam lupa, tidak banyak mengetahui akan ajaran Islam tentang pekerjaan di bidang bisnis dan hadis tersebut di atas. Jual-beli yang halal (bersih) berarti sebagian dari kegiatan profesi bisnis, Selain itu, para ulama telah sepakat mengenai kebaikan pekerjaan bisnis (dagang dan jual-beli), sebagai perkara yang telah dipraktikan sejak zaman Nabi hingga masa kini. Dalam hadis lain Rasulullah bersabda:

Pedagang yang jujur lagi terpercaya, adalah bersama-sama para Nabi, orang shadiqin dan para syuhada.” ( HR Tirmizi dan Hakim).

Memang demikian berdagang atau berbisnis harus dilandasi oleh kejujuran. Apabila orang berbisnis tidak jujur maka tunggulah kehancurannya. Dan, apabila ia jujur maka ia akan mendapat keuntungan dari segala penjuru yang tidak ia duga dari mana datangnya, demikianlah menurut ajaran agama Islam.

Pada kenyataannya sampai sekarang ini masih banyak praktik bisnis yang tidak jujur. Ketidakjujuran ini mungkin saja terjadi dalam mencari peluang bisnis melalui pertemanan (crony), hubungan family, kerabat, kekeluargaan (nepotisme), kerja sama yang tidak baik (kolusi), dan modal perusahaan diperoleh dari uang korupsi. Kemudian dalam melicinkan jalan usahanya, para pelaku bisnis tidak segan-segan menyuap, menyogok siapa saja yang mau disuap, agar memperoleh peluang terbaik. Bagi yang beragama Islam, ada hadis yang menyatakan bahwa “ Orang yang menyuap, dan orang yang menerima suap, kedua-duanya masuk neraka”. ( HR Thabrani dari Abdillah bin Amrin r.a). Inilah yang terkenal di Indonesia dengan slogan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme).

Bisnis harus berpandangan ke depan. Bisnis didirikan bukan untuk sementara, tapi untuk selamanya, seumur hidup pemiliknya dan terus dilanjutkan oleh ahli warisnya. Oleh sebab itu, dunia bisnis harus menjaga faktor kontinuitas usaha yang membuat landasan usaha yang kuat menuju masa depan yang penuh tantangan.

Faktor- foktor tersebut adalah:

  1. Likuiditas, yaitu kemampuan bisnis membayar utang-utang pada saat jatuh tempo. Likuiditas juga berarti mampu menjaga kelancran proses produksi agar suplai hasil produksinya lancar.
  2. Solvabilitas, yaitu berusaha agar modal sendiri (assets) bisnis lebih besar dari pada utangnya.
  3. Soliditas, yaitu kemampuan bisnis untuk memperoleh kepercayaan dari masyarakat. Kepercayaan meliputi moral pengelola bisnis, tepat dalam berjanji, dan dipercaya dalam bidang keuangan.
  4. Rentabilitas, yaitu bisnis mampu memperoleh keuntungan yang layak dan tidak merugi.
  5. Crediet Waardigheid, yaitu bisnis dipercaya sehingga layak memperoleh kredit dan pinjaman.

Untuk menjaga, mempertahankan, mengembangkan, menjalankan, mengontrol dan mengukur kontinuitas bisnis glokal dan global, diperlukan suatu managemen administrasi bisnis yang handal, kredibel dan professional.

Adapun yang akan dibahas dalam pengantar bisnis administrasi di dalam buku ini adalah proses pemasaran, penjualan, program planning, pendekatan strategis, produksi barang dan jasa, organisasi perusahaan, perangkat administrasi bisnis tools set dan projek management.
Tags:
Reaksi:

Posting Komentar

B575 ID

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget