Bentuk Pelecehan Seksual Terhadap Anak


Bentuk pelecehan seksual terhadap anak bisa beragam bentuknya, yaitu berupa:
  1. Seorang pelaku meminta atau seorang anak untuk melakukan aktivitas seksual (terlepas dari hasilnya),
  2. Memberikan paparan yang tidak senonoh dari alat kelamin untuk anak,
  3. Menampilkan pornografi untuk anak, melakukan hubungan seksual terhadap anak-anak,
  4. Kontak fisik dengan alat kelamin anak (kecuali dalam konteks non-seksual tertentu seperti pemeriksaan medis),
  5. Melihat alat kelamin anak tanpa kontak fisik (kecuali dalam konteks non-seksual seperti pemeriksaan medis), atau
  6. Menggunakan anak untuk memproduksi pornografi anak.


Sedangkan menurut Vivi Widyawati dalam bukunya “Pelecehan Seksual” mengkategorikan bentuk pelecehan seksual berupa:

Verbal
Bentuk pelecehan seksual yang dikategorikan sebagai pelecehan seksual verbal adalah:
  • Menggoda, bercanda, komentar, atau pertanyaan bersifat seksual, yang tidak diinginkan.
  • Menulis surat, menelpon, sms, chating yang bersifat seksual, yang tidak diinginkan.
  • Menyebut atau memanggil orang dewasa dengan sebutan yang membuat orang lain inferior, subordinat, bermuatan seksual, seperti “manis”, “adek”, “mungil”, “ndut”, “cantik”, “ganteng/tampan”,  yang tidak diinginkan.
  • Bersiul pada seseorang dengan muatan seksual.
  • Ajakan kencan, yang tidak diinginakan.
  • Memanggil seseorang dengan nada mendesah yang mengkespresikan seksual dan atau sifatnya mencemooh.
  • Merubah topik diskusi non seksual menjadi diskusi seksual.
  • Sindiran-sindiran atau cerita-cerita seksual.
  • Menanyakan tentang fantasi-fantasi seksual, preferensi atau sejarah seksual.
  • Pertanyaan personal tentang kehidupan sosial atau kehidupan seksual.
  • Komentar seksual tentang cara berbusana, anatomi/bentuk tubuh atau gaya seseorang.
  • Membuat bunyi-bunyian seperti ciuman, desahan, dan memain-mainkan bibir.
  • Menceritakan atau menyebarkan gosip,rumor,cerita tentang kehidupan seksual seseorang.
  • Melakukan tekananuntuk mendapatkan kenikmatan seksual, yang tidak diinginkan.


Non Verbal
Bentuk pelecehan seksual yang dikategorikan sebagai pelecehan seksual non verbal adalah:
  • Memperlihatkan gerak gerik seksual, yang tidak diinginkan.
  •  Memperlihatkan alat kelamin, melakukan sentuhan atau gesekan seksual terhadap diri sendiri, dihadapan orang lain.
  • Menggesekkan alat kelamin ke tubuh orang lain.
  • Melihat seseorang dari atas ke bawah dengan mata naik turun.
  • Menatap seseorang dengan pandangan kearah tubuh tertentu (payudara, bibir, pantat, betis, lengan, dll)dengan muatan seksual.
  • Membuat ekspresi wajah seperti main mata, menjilat lidah atau melempar ciuman pada seseorang.


Fisik
Bentuk pelecehan seksual yang dikategorikan sebagai pelecehan seksual fisik adalah:
  • Pemerkosaan atau penyerangan seksual.
  • Sengaja menyentuh, menikung, membungkuk, atau mencubit denganmuatan seksual, yang tidak diinginkan.
  • Memberi pijitan pada leher yang bersifat menggoda atau seksual.
  • Meraba tubuh seseorang pada saat sedang tidur.
  • Menyentuh baju, tubuh, atau rambut orang lain yang bermuatan seksual.
  • Memberikan hadiah personal yang mengharapkan balasan seksual.
  • Memeluk, mencium, menepuk dan membelai seseorang tanpa ijin dan menyebabkan ketidaknyamanan.
  • Tes keperawanan.


Dari ketiga bentuk pelecehan seksual tersebut di atas yang akhir-akhir ini banyak disoroti oleh media dan juga pemerhati anak, seperti KPAI, Komnas Anak, POLRI, dll., adalah pelecehan seksual fisik. Hal tersebut dikarenakan banyak kasus yang terungkap. Ini membuktikan bahwa pelecehan seksual dalam bentuk visual dan non visual pastinya lebih banyak.

Tags:
Reaksi:

Posting Komentar

B575 ID

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget