Mei 2015

Pendekatan awal untuk mengobati seseorang yang telah menjadi korban pelecehan seksual tergantung pada beberapa faktor penting:
  1. Usia korban pada saat pemberian arahan
  2. Kondisi korban pada saat pemberian arahan
Tujuan pengobatan tidak hanya untuk mengobati masalah-masalah kesehatan mental yang ada pada saat itu, tetapi juga untuk mencegah hal yang sama pada masa yang akan datang.

Anak-Anak


Anak-anak sering kali hadir untuk beberapa perawatan di salah satu dari beberapa keadaan termasuk investigasi tindak kriminal, perebutan perwalian, permasalahan pada perilaku, dan arahan dari layanan perlindungan anak (CPS).

Tiga modalitas utama untuk terapi dengan anak-anak dan remaja yaitu terapi keluarga, terapi kelompok, dan terapi individu. Tentu saja dilakukan tergantung pada berbagai faktor yang harus dinilai berdasarkan kasus per kasus. Misalnya, pengobatan anak-anak biasanya memerlukan keterlibatan orang tua yang kuat dan akan mendapatkan manfaat dari terapi keluarga.

Remaja

Remaja cenderung lebih mandiri dan bisa mendapatkan keuntungan dari terapi individu atau kelompok. Modalitas ini juga bergeser selama pengobatan, misalnya untuk terapi kelompok jarang digunakan dalam tahap awal sebagai subyek sangat pribadi dan/atau memalukan.

Faktor utama yang mempengaruhi baik patologi dan respon terhadap pengobatan termasuk jenis dan tingkat keparahan dari tindakan seksual, frekuensi, usia di mana hal itu terjadi, dan keluarga asal korban.

  Dewasa


Orang dewasa dengan riwayat pelecehan seksual sering datang untuk pengobatan dengan masalah kesehatan mental sekunder yang dapat mencakup penyalahgunaan obat-obatan, gangguan makan, gangguan kepribadian, depresi, dan konflik dalam hubungan romantis atau interpersonal.

Umumnya pendekatan ini hanya untuk masalah yang ada pada saat ini saja daripada masalah pelecehan itu sendiri. Pengobatan sangat bervariasi dan tergantung pada isu-isu spesifik orang tersebut. Misalnya, orang dengan sejarah menderita karena pelecehan seksual dari depresi berat akan dirawat karena depresi. Namun, sering terjadi penekanan pada restrukturisasi kognitif karena sifat mendalam trauma. Beberapa teknik baru seperti Gerakan Mata Desensitisasi dan pengolahan (Eye movement desensitization and reprocessing - EMDR) telah terbukti efektif.


Pelecehan seksual dikaitkan dengan banyak masalah perilaku sub-klinis juga, termasuk reviktimisasi pada tahun-tahun remaja, pemikiran bipolar seperti perpindahan paksaan seksual dan mematikan, dan distrorsi pada subyek pelecehan seksual (misalnya, bahwa adalah umum dan terjadi pada semua orang). Ketika pertama kali hadir untuk pengobatan, pasien dapat sepenuhnya menyadari pelecehan mereka sebagai suatu kegiatan, tapi penilaian mereka sering terdistorsi, seperti percaya bahwa kegiatan ini biasa-biasa saja (suatu bentuk isolasi). Sering, korban tidak membuat hubungan antara pelecehan yang mereka alami dan patologi sekarang.


Pada tanggal 29 Mei 2006 merupakan terjadinya pertama kali semburan lumpur yang tidak jauh dari diadakannya pengeboran dalam rangka eksplorasi gas alam di Sidoarjo, Jawa Timur.
Dampak dari luapan lumpur panas tersebut sangat luas. Dimana pemukiman, pertanian, pabrik, dan aktivitas lainnya lumpuh total. Wilayah yang terkena dampak dari lumpur lapindo menyebabkan semua yang berada tidak jauh dari pusat semburan tenggelam. Hingga kini penanggulangan (untuk menutup semburan lumpur panas) tidak pernah atau belum berhasil dilakukan.


Pada tanggal 29 Mei 1453 merupakan sejarah penting di daratan Eropa Timur. Dimana pada tanggal tersebut merupakan tanda berakhirnya Kekaisaran Romawi Timur yang berpusat di Konstantinopel. 

Hal tersebut dikarenakan kekalahan atau perebutan kekuasaan oleh Pasukan Otoman yang dipimpin oleh Muhammad al-Fatih. Dengan begitu maka konstantinopel berada di bawah kekuasaan Dinasti Untmaniyah. Sedangkan pasukan Kekaisaran Romawi Timur dikomandani oleh Konstantinus XI. Pengepungan Konstantinopel tersebut oleh pasukan Otoman berlangsung dari Jumat, 6 April 1453 - Selassa, 29 Mei 1453. 

Konstantinopel merupakan Ibu Kota Kekaisaran Romawi Timur. Konstantinopel merupakan kota terbesar dan termakmur di Eropa. 

Kontantinopel didirikan oleh Kaisar Romawi Konstatinus I.


Pada tanggal 28 Mei 1964 merupakan hari bersejarah bagi warga Palestina. Dimana pada tanggal tersebut merupakan hari berdirinya sebuah organisasi sebagai perwujudan dari perlawanan rakyat Palestina terhadap pendudukan Israel di tanah airnya sendiri, yaitu Organisasi Pembebasan Palestina. 

Organisasi Pembebasan Palestina atau Munazzamat al-Tahrir Filastiniyyah atau Palestine Liberation Organisation atau disingkat PLO adalah lembaga politik resmi bangsa Arab Palestina yang telah mendapatkan pengakuan dari dunia internasional. Lembaga ini terdiri atas sejumlah organisasi perlawanan (yang terpenting ialah Al Fatah), organisasi ahli hukum, mahasiswa, buruh dan guru.


Organisasi ini mengusahakan sebuah negara Palestina di antara Laut Tengah dan Yordania.

Sejak didirikan, pada tahun 1969 hingga meninggal pada tahun 2004, Yasser Arafat merupakan ketua organisasi ini.


Pemimpinnya kini adalah Mahmud Abbas.


Pada tanggal 28 Mei 1918 merupakan hari kemerdekaan atau bisa disebut sebagai hari proklamasi kemerdekaan Republik Demokrat Azerbaijan. Republik Demokrat Azerbaijan merupakan republik demokrat dan sekuler pertama di dunia Muslim. Proklamasi tersebut dikumandangkan setelah jatuhnya kekaisaran rusia yang mulai dengan revolusi Rusia pada 1917. Kemerdekaan ini dinyatakan oleh Dewan Nasional Azerbaijan di Tiflis. 
Republik ini berbatasan dengan Rusia di utara, Republik Demokratik Georgia di barat-laut, Republik Demokratik Armenia di barat, dan Kekaisaran Persia di selatan. Luas negara ini secara kasar sekitar 120.000 km², dengan populasi 6 juta jiwa. Ganja merupakan ibu kota sementara republik ini karena Baku dikuasai oleh kaum Bolshevik.

Di bawah Republik Demokratis Azerbaijan, sistem pemerintahan berkembang, dengan parlemen terpilih berdasarkan perwakilan semesta, bebas, dan proporsional. Parlemen ini merupakan organ tertinggi kekuasaan negara dan dewan Menteri yang memegang tanggung jawab. Fatali Khan Khoyski menjadi perdana mentri pertama. Di samping mayoritas nasionalis partai Musavat Azerbaijan, Ehrar, Ittihad, Muslim Sosial-Demokrat, ada juga perwakilan Armenia (21 dari 120 kursi), Rusia, Polandia,Yahudi, dan minoritas Jerman. Beberapa anggota mendukung ide Pan-Islamis dan Pan-Turkisme.



Keberhasilan parlemen dalam memberikan hak memilih kepada kaum wanita membuat Azerbaijan menjadi negara Muslim pertama di dunia yang memberi wanita hak politik yang sama dengan pria. Azerbaijan bahkan mendahului negara seperti Britania Raya dan Amerika Serikat. Pencapaian penting lainnya adalah didirikannya Universitas Negara Baku, yang merupakan universitas modern pertama yang pernah didirikan di Azerbaijan.


Pada hari Rabu, 27 Mei 2015 sore merupakan pertandingan Persib vs Kitchee SC di stadion Si Jalak Harupat. Pertandingan ini disiarkan langsung di RCTI. 
Pertandingan tersebut merupakan pertandingan 16 besar AFC Cup. Dalam pertandingan tersebut, PERSIB mengalami kekalahan oleh Kitchee SC dengan secore 0-2. Dua gol Kitchee SC lahir di babak pertama. Gol pertama dicetak oleh Juan Rodriguez Belencoso dan Lam Ka Wai. 

Pada pertandingan tersebiu maka PERSIB sudah dipastikan tidak lolos ke babak selanjutnya. Sedangkan yang lolos adalah Kitchee SC. 


Pertandingan Persib vs Kitchee SC akan digelar pada Rabu 27 mei 2015 pukul 15.00 wib di stadion Jalak Harupat. Pertandingan ini akan disiarkan live di RCTI.
Pertandingan ini merupakan hidup dan mati bagi kedua tim. Hal ini dikarenakan merupakan pertandingan dengan sistem gugur. Dimana tim yang akan menang akan otomatis masuk ke 8 besar. sedangkan tim yang kalah tidak akan otomatis tidak akan lolos masuk ke 8 besar. Sehingga, jika pertandingan selama 90 menit tidak ada yang menang atau seri atau imbang, maka akan ada perpanjangan waktu. Begitu juga jika dalam perpanjangan waktu selama 30 menit belum juga ada yang menang, maka akan dilakukan adu finalti atau tendangan gawang.

Oleh sebab itu, maka pertandingan ini merupakan pertandingan hidup dan mati bagi kedua tim. Persib sedikit diuntungkan. Karena pertandingan ini diadakan atau diselenggarakan di kandang sendiri. Dimana secara psikologi punya daya kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan Kitchee SC. Karena tentunya bobotoh akan mendukung penuh di stadion untuk menyaksikan timnya berlaga.


Pada tanggal 27 Mei 2006 terjadi gempa bumi berkekuatan 5,9 skala Richter mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Lebih dari 5.000 orang tewas.
Gempa bumi Yogyakarta merupakan gempa bumi tektonik yang sangat kuat. Gempa terjadi di pagi hari sekitar pukul 05.55 WIB. Guncangan dirasakan selama 57 detik. 

Menurut Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, lokasi gempa terjadi di koordinat 8,007°LS dan 110,286° BT pada kedalaman 17,1 km. Sedangkan menurut BMG, posisi episenter gempa terletak di koordinat 8,26° LS dan 110,31° BT pada kedalaman 33 km. Itu di release sesaat setelah terjadi gempa. Setelah data dari berbagai Stasiun yang dipunyai jejaring BMG dan dilakukan perhitungan, update terakhir BMG menentukan pusat gempa berada di 8.03 LS dan 110,32 BT(update ke tiga) pada kedalaman 11,3 Km dan kekuatan 5.9 SR Mb (Magnitude Body) atau setara 6.3 SR Mw (Magnitude Moment).USGS memberikan koordinat 7,977° LS dan 110,318 BT pada kedalaman 35 km. Hasil yang berbeda tersebut dikarenakan metode dan peralatan yang digunakan berbeda-beda.

Secara umum posisi gempa berada sekitar 25 km selatan-barat daya Yogyakarta, 115 km selatan Semarang, 145 km selatan-tenggara Pekalongan dan 440 km timur-tenggaraJakarta. Walaupun hiposenter gempa berada di laut, tetapi tidak mengakibatkan tsunami. Gempa juga dapat dirasakan di Solo, Semarang, Purworejo, Kebumen dan Banyumas. Getaran juga sempat dirasakan sejumlah kota di provinsi Jawa Timur.


Gempa susulan terjadi beberapa kali seperti pada pukul 06:10 WIB, 08:15 WIB dan 11:22 WIB. Gempa Bumi tersebut mengakibatkan banyak rumah dan gedung perkantoran yang roboh, rusaknya instalasi listrik dan komunikasi. Bahkan 7 hari sesudah gempa, banyak lokasi di Bantul yang belum teraliri listrik. Gempa Bumi juga mengakibatkan Bandara Adi Sutjipto ditutup sehubungan dengan gangguan komunikasi, kerusakan bangunan dan keretakan pada landas pacu, sehingga untuk sementara transportasi udara dialihkan ke Bandara Achmad Yani Semarang dan Bandara Adisumarmo Solo.


Tepat pada tanggal 27 Mei 1703 Tsar Peter yang Agung mendirikan kota Santo Petersburg. 

Secara etimologi kata tsar berasal dari gelar Latin Caesar ("Kaisar"). Pada zaman modern, kata ini paling sering digunakan hanya untuk merujuk kepada pemimpin-pemimpin Rusia pada dulu kala. Tsar atau Czar atau Tzar merupakan gelar untuk pemimpin Kekaisaran Pertama dan Kedua Bulgaria sejak tahun 913, di Serbia pada pertengahan abad ke-14, dan di Rusia dari 1547 hingga 1917 (meski penggunaannya secara teknis hanya tepat hingga tahun 1721).

Pada masa kekausaannya, tahun 1703, Pyter I mendirikan kota Santo Petersburg. Dimana kota ini merupakan salah satu kota di Federasi Rusia. Setelah itu, kota ini berganti nama menjadi Petrograd pada tahun 1914-1924. Sedangkan pada masa kekuasaan Uni Soviet (1924-1991), kota ini berubah nama menjadi Leningrad. Hal ini dilakukan untuk mengenang seorang pemimpin Uni Soviet, Vladimir Lenin. 


Pada tahun 1712-1728 dan 1732-1918, kota ini menjadi ibu kota Kekaisaran Rusia. Revolusi Revolusi Februari dan Revolusi Oktober pada tahun 1917 meletus di kota ini.

St. Peterburg sekarang adalah pusat pemerintahan Oblast Leningrad walaupun memiliki status sebagai kota federal. Kota ini adalah kota pelabuhan yang terletak di tepi Sungai Neva dan Teluk Finskiy. Penduduknya berjumlah 4.848.700 jiwa berdasarkan sensus tahun 2010. Di kota ini mengalir lebih dari 40 sungai dan kira-kira 20 kanal.

St. Peterburg adalah pusat industri, ilmu, dan budaya yang penting serta mempunyai industri mesin, besi, baja, kimia, dan pangan. Kota ini telah mempunyai sistem kereta bawah tanah sejak tahun 1955.

Pusat kotanya merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.

Sumber: wikipedia.org


Pengungkapan kasus pelecehan seksual merupakan satu-satunya cara yang bisa dilakukan oleh orang tua atau pemerintah dalam menekan akngga pelanggranan ini. Di samping itu, pengungkapan kasus memberikan efek zera kepada si pelaku dan juga masyarakat pada umumnya. Dimana si pelaku secara otomatis akan menghentikan prilaku pelecehan seksual karena terpotong oleh adanya pengungkapan tersebut. Sedangkan bagi masyarakat umum adalah mereka akan lebih sensitive terhadap lingkungannya dan akan lebih hati-hati jika dari mereka tersebut ada salah satu orang yang akan melakukan hal serupa. Di samping itu, bagi si pelaku yang sedang atau sudah pernah melakukan pelecehan seksual akan menghentikan aksinya lagi karena merasa takut akan terungkap.


Pelecehan seksual terhadap anak banyak bentuknya. Tentunya ini tergantung dari motif dari si pelaku.
Ada beberapa bentuk pelecehan seksual terhadap anak, yaitu:
  1.  Pemerkosaan. Bentuk pelecehan seksual ini merupakan bentuk pelecehan dengan motif hanya memuaskan nafsu seksual si pelaku saja. Dimana si pelaku merupakan seorang yang sudah dewasa melakukan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur, termasuk kasus sodomi.
  2. Penetrasi seksual dengan objek. Bentuk pelecehan seksualiniterkait dengan cara si pelaku dalam melakukan pelecehan seksual terhadap anak. Dimana si pelaku mempertontonkan objek seks berupa gambar, film atau si pelaku melakukan oral di depan anak di bawah umur. Si pelaku melakukan pelecehan dengan motif demi kepuasan seksualnya.
  3. Eksploitasi Seksual. Eksploitasi seksual merupakan suatu tindak pidana di mana orang dewasa melakukan kekerasan terhadap anak di bawah umur untuk promosi, kepuasan seksual, atau keuntungan, misalnya melacurkan anak, dan menciptakan atau melakukan perdagangan pornografi anak.
  4. Perawatan Seksual. Menentukan perilaku sosial dari pelaku seks anak yang potensial yang berusaha untuk membuat mereka menerima rayuan yang lebih sedikit, misalnya di ruang bincang-bincang daring.




Sekian lama mentreri Pemuda dan Olahraga (Menpora) mengeluarkan surat keputusan menteri yang membekukan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), akhirnya Menpora, Imam Nahrawi, mencabut pembekuan PSSI. Keputusan tersebut disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla usai menggelar pertemuan pada Senin 25 Mei 2015 di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta.
Keputusan tersebut diumumkan setelah Wapres Jusuf Kalla menggelar rapat bersama Menpora Imam Nahrawi, Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Pandjaitan, dan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Rita Subowo bersama Ketua Dewan Kehormatan PSSI, Agum Gumelar.

Pertemuan tersebut tidak dihadiri oleh ketua umum PSSI, La Nyalla Mattalitti. Hal tersebut dikarenakan La Nyalla Mattalitti sudah berangkat ke Zurich, Swiss dalam rangka kunjungan ke kantor pusat FIFA. Wapres Jusuf Kalla memberi pernyataannya bahwa pencabutan pembekuan PSSI akan diusahakan selesai hari ini juga.

“Tadi sudah ketemu Menpora dan PSSI. Kami bahas pesepakbolaan nasional dan sebagai organisasinya yaitu PSSI. Tadi sudah disepakati sepakbola nasional dan kompetisi harus jalan dengan baik. Tentu PSSI harus aktif lagi,” kata Wapres JK.

“Sekarang proses Menpora sedang melapor ke Presiden. Tapi InshaAllah sore ini sudah (dicabut pembekuan). Tentu setelah proses lapor baru dicabut,” terangnya.



Inilah beberapa kerusakan fisik yang diakibatkan pelecehan seksual

Cidera

Efek fisik yang ditimbulkan dari terjadinya pelecehan seksual terhadap anak adalah cereda pada bagian-bagian tertentu. Pelecehan seksual terhadap anak dapat menyebabkan luka internal dan pendarahan. Bahkan pada beberapa kasus, akibat dari terjadinya pelecehan seksual terhadap anak mengakibatkan kematian. Kasus kematian akibat pelecehan seksual terhadap anak ini dibuktikan dari beberapa kasus yang ditemukan, seperti di Carolina Utara antara tahun 1985 dan 1994, dimana para korban berkisar antara 2 bulan sampai 10 tahun. Penyebab kematian termasuk trauma pada alat kelamin atau dubur dan mutilasi seksual.

Infeksi

Pelecehan seksual terhadap anak dapat menyebabkan infeksi dan penyakit menular seksual. Tergantung pada umur anak, karena kurangnya cairan vagina yang cukup, kemungkinan infeksi lebih tinggi.

Kerusakan neurologis

Kerusakan neurologis yang ditimbulkan pada anak yang diakibatkan dari pelecehan seksual adalah karena adanya stres traumatis. Kerusakan neurologis ini merupakan perubahan penting dalam fungsi dan perkembangan otak.
Pada tahun 2006, Navalta, melakukan penelitian terhadap beberapa perempuan yang masa kecilnya mengalami pelecehan seksual dengan beberapa perempuan lainnya yang normal dengan melakukan Scholistic Aptitude Test matematika. Hasilnya membuktikan bahwa perempuan yang memiliki riwayat pelecehan seksual anak-anak secara berulang-ulang memiliki nilai matematika lebih rendah dibandingkan dengan perempuan yang tidak pernah mengalami pelecehan seksual. Nilai yang dihasilkan dari test tersebut sangat signifikan perbedaannya.
Dari hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa perempuan yang mengalami pelecehan seksual pada masa kanak-kanaknya akan mengalami kerusakan neurologis. Ini disebabkan adanya gangguan pada bagian otak. Dimana ada belahan atau bagian otak yang rusak atau cacat. Semakin sering si anak menjadi korban pelecehan seksual maka akan semakin parah kerusakannya pada otak si anak tersebut.


Pelecehan seksual terhadap anak mengakibatkan efek psikologis pada anak yang menjadi korban. Ini berarti merupakan kerugian bagi si anak dan juga masyarakat serta Negara. Kerugian tersebut merupakan kerugian jangka pendek dan jangka panjang. Kerugian jangka pendek yang ditimbulkan berupa terganggunya perkembangan psikologis di anak. Di samping itu, bagi orang tua dan lingkungannya menjadi beban psikologis terhadap lingkungan masyarakat secara luas.
Begitu juga dengan kerugian jangka panjang. Dimana si korban akan terganggu emosionalnya. Bisa jadi, karena trauma masa kecilnya, dia melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan kepadanya pada masa kecilnya.Hasil studi menyatakan ada hubungan sebab dan akibat dari pelecehan seksual masa kanak-kanak dengan kasus psikopatologi dewasa, termasuk bunuh diri, kelakuan anti-sosial.

Efek psikologis yang ditimbulkan dari kasus pelecehan seksual terhadap anak adalah si anak akan terganggu emosional, fisik dan sosialnya meliputi depresi,gangguan stress pacsa trauma,kegelisahan, gangguan makan, rasa rendah diri yang buruk, gangguan identitas pribadi dan kegelisahan. Gangguan psikologis yang umum seperti somatisasi, sakit saraf, sakit kronis,perubahan perilaku seksual,masalah sekolah/belajar. Efek psikologis ini, jika tidak ditangani dengan serius untuk penyembuhan dan pemulihan psikologis si korban, bisa jadi akan berefek terhadap masalah perilaku termasuk penyalahguanaan obat terlarang, prilaku menyakiti diri sendiri, kekejaman terhadap hewan, kriminalitas ketika dewasa dan bunuh diri.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat yang didanai oleh USA National Institute of Drug Abusebahwa menemukan lebih dari 1.400 perempuan dewasa yang mengalami pelecehan seksual masa kanak-kanaknya terkait langsung (setelah dewasa) dengan ketergantungan obat terlarang, alkohol, dan gangguan kejiwaan.

Sebuah studi telah menemukan bahwa anak yang mengalami pelecehan seksual menderita gerjala psikologis lebih besar dibanding anak-anak normal lainnya. Gejala tersebut diperkiraan antara 51 persen sampai 79 persen. Efek psikologis akan lebih besar jika pelecehan seksual terhadap anak dilakukan oleh keluarga atau kerabat dekat si korban. Faktor yang mempengaruhi efek psikologis yang ditimbulkan adalah masuknya alat kelamin, banyaknya dan lama pelecehan, dan penggunaan kekerasan. Namun, jika anak yang menjadi korban pelecehan seksual tersebut didampingi oleh keluarganya pasca pelesehan akan mempengaruhi atau meminimalisir efek psikologis pada anak tersebut. Oleh kanrenanya dukungan keluarga sangat penting pada pasca pelecehan dalam proses pemulihan psikologis anak.



Akhir-akhir ini publik dikejutkan dengan adanya beberapa kasus pelecehan seksual terhadap anak yang memang sangat terbuka dan banyak di-blow upoleh media. Sehingga perhatian publik pun tertuju terhadap kasus tersebut. Pemerintah pun dengan serius menangani kasus pelecehan seksual terhadap anak. 
Sebenarnya kalau kita kembali ke belakang bahwa pelecehan seksual terhadap anak sudah mendapatkan perhatian publik dalam beberapa dekade terakhir dan telah menjadi salah satu profil kejahatan yang paling tinggi. Coba bayangkan bahwa sejak tahun 1970-an pelecehan seksual terhadap anak-anak sudah banyak kasus yang terjadi di masyarakat. Sehingga pihak yang berwenang pun (dalam hal ini pemerintah) mengakui bahwa pelecehan seksual terhadap anak merupakan sesuatu yang sangat merusak bagi anak-anak dan dengan demikian tidak dapat diterima bagi masyarakat secara keseluruhan. Dengan begitu maka pemerintah mengeluarkan peraturan mengenai kekerasan terhadap anak, termasuk pelecehan seksual. Hal itu bertujuan untuk melindungi hak-hak anak.

Jika kita lihat lagi ke masa dulu bahwa pelecehan seksual terhadap anak telah terjadi sepanjang sejarah. Kasus ini memang dilakukan oleh orang dewasa. Tetapi perhatian publik signifikan terjadi pada masa sekarang.

Sebenarnya sejak awalpun sudah ada perhatian dari penguasa pada saat itu dan juga dari orang-orang pemerhati anak-anak. Hal ini dibuktikan dengan adanya sebuah karya tulis yang diterbitkan dan dipublikasikan. Karya ini merupakan karya ilmiah pertama di dunia yang didedikasikan untuk khusus pelecehan seksual terhadap anak. Dimanakah pertama kali dipublikasikan? Karya ilmiah ini muncul pertama kali di Prancis pada tahun 1857 ditulis oleh Aguste Ambroise Tardieu yang berjudulMedical-Legal Studies of Sexual Assault (Etude medico-Légale sur les Attentats aux Mœurs).”Aguste Ambroise Tardieumerupakan seorang patolog terkenal asal Prancis dan pelopor kedokteran forensic (Masson, 1984, hlm 15-25).

Sebagaimana disinggung di atas bahwa pelecehan seksual terhadap anak menjadi isu publik pada 1970-an dan 1980-an. Sebelumnya, pelecehan seksual terhadap anak tidak begitu terungkap dengan jelas. Artinya sedikit dirahasiakan di masyarakat itu sendiri. Hanya kalangan keluarga inti saja yang tau. Hal itu dikarenakan masyarakat sendiri beranggapan bahwa kasus pelecehan seksual merupakan perbuatan yang amat buruk dan sebagai aib bagi keluarga. Sehingga daripada diungkap kasusnya ke publik lebih baik mereka merahasiahkannya.

Pada tahun 1968, 44 dari 50 negara bagian Amerika Serikat telah memberlakukan hukum yang mewajibkan bagi para dokter yang memeriksa anak untuk melaporkan kasus penganiayaan anak yang diperiksanya apabila ada kecurigaan. Pada tahun 1970, Amerika Serikat menerapkan perlindungan terhadap anak lebih umum lagi. Pada tahun 1974, Amerika serikat memberlakukan Undang-Undang Perlindungan Anak. Pada tahun yang sama, Amerika Serikat membetuk Komisi Perlindungan Anak. Sejak itulah kasus-kasus pelecehan seksual terhadap anak yang dilaporkan telah meningkat secara dramatis. Akhirnya pada tahun 1979, pemerintah Amerika Serikat membentuk Komisi Nasional yang menangani tindakan kekerasan terhadap anak dan sekaligus merumuskan undang-undang pelecehan seksual yang lebih kumplit lagi dari undang-undang sebelumnya.

Justh Lewis Herman, profesor psikiatri Harvard, meneliti dan menulis buku mengenai kasus hubungan seksual yang dilakukan antara ayah dan anak di masyarakat Amerika. Penelitian tersebut dilakukan dengan cara memeriksa secara medis terhadap beberapa perempuan. Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa banyak perempuan yang pernah melakukan hubungan seksual dengan ayahnya sendiri. Ini artinya bahwa inses antara ayah dan anak. Herman mencatat kasus yang ditemukannya tersebut dari ketrlibatannya dalam gerakan hak-hak sipil.

Setelah mempublikasikan hasil penelitian tersebut, herman akhirnya mengeluarkan buku keduanya, Trauma dan Pemulihan, dianggap sebagai karya klasik dan latar belakang diciptakan istilah gangguan stres pasca trauma kompleks dan termasuk pelecehan seksual anak sebagai penyebabnya.

Pada tahun 1986, Kongres Amerika Serikat meloloskan Undang-Undang Hak Korban Pelecehan Seksual Anak, yang memberikan anak-anak hak untuk melakukan gugatan perdata dalam kasus-kasus pelecehan seksual. Dalam undang-undang tersebut sudah memuat tuntutan yang lebih besar dan pendeteksian para pelaku pelecehan seksual terhadap anak.

Tidak hanya di Amerika Serikat, ternyata kasus pelecehan sekusal terhadap anak juga terjadi di Zambia. Pada 2008, pengadilan Zambia mengadili kasus pelecehan seksual terhadap anak oleh guru terhadap muridnya. Pengadilan Zambia memutuskan dan memberi hukuman kepada pelaku berupa hukuman perdata kepada, yaitu berupa denda sebesar $ 45 juta Kwacha Zambia ($ 13.000 dolar Amerika Serikat) kepada penggugat.

Pada tahun 2000, Organisasi Kesehatan Dunia - laporan Jenewa, "Laporan Dunia tentang Kekerasan dan Kesehatan" menyatakan, aksi pelecehan seksual dan kekerasan lainnya yang terjadi di sekolah-sekolah perlu ada perhatian kusus dari instansi terkait di Negara bersangkutan dan juga penting untuk ditekan angka kasus tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melansir dalam laporannya bahwa di beberapa negara hubungan seksual antara guru dan murid bukanlah sebuah pelanggaran disiplin serius dan kebijakan tentang pelecehan seksual di sekolah-sekolah juga tidak ada atau tidak dilaksanakan. Beberapa tahun terakhir, beberapa negara telah memperkenalkan undang-undang yang melarang hubungan seksual antara guru dan murid. WHO sangat berapresiasi terhadap Negara yang sudah memberkalukan undang-undang tersebut. Karena, WHO menilai, tindakan seperti itu sangat penting dalam membantu memberantas pelecehan seksual di sekolah. WHO juga menyarankan agar Negara yang bersangkutan juga harus memperhatikan aspek lain dan merubah system pendidikan yang menyeluruh, seperti perubahan untuk pelatihan guru dan perekrutan dan reformasi kurikulum, sehingga untuk mengubah hubungan gender di sekolah.

Pada November 2008, Konvensi Hak-Hak Anak PBB menyepakati perjanjian internasional mengenai perlindungan terhadap hak-hak anak. Dimana dalam perjanjian itu disepakati bahwa setiap Negara anggota PBB mewajibkan untuk melindungi hak anak. Ayat 34 dan 35 dalam konvensi tersebut meminta negara untuk melindungi anak dari segala bentuk eksploitasi dan pelecehan seksual. Hal ini termasuk pernyataan bahwa ancaman kepada seorang anak untuk melakukan aktivitas seksual, prostitusi anak, dan eksploitasi anak dalam menciptakan pornografi dianggap melawan hukum. Negara juga diminta mencegah penculikan dan perdagangan anak.

Di Indonesia kasus pelecehan seksual terhadap anak sudah sangat mengerikan. Kasus ini sangat pantastis. Sebagaimana yang dilansir hidayatullah.com, dipublikasikan pada Ahad, 4 Mei 2014, dalam sebuah artikel memaparkan mengenai kasusu pelecehan seksual terhadap anak yang dicatat atau dihimpun oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahwa ada sekitar 400 Anak dalam satu tahun jadi korban kekerasan seksual. Ini membuktikan bahwa kekerasan seksual terhadap anak merupakan kejahatan kemanusiaan yang harus ditangani dengan segera oleh berbagai pihak, terutama oleh pemerintah, masyarakat, dan Lembaga Suadaya Masyarakat. Ini harus dicari penyebabnya dan solusi penanganannya. Jika dibiarkan begitu saja maka korban kekerasan seksual terhadap anak akan semakin bertambah pada setiap tahunnya.

Sebenarnya di semua daerah di indonesia rawan terhadap terjadinya kekerasan seksual terhadap anak. Hal ini dilatarbelakangi adanya interaksi langsung antara orang dewasa dengan anak-anak. Seperti halnya di sekolah. Dimana anak-anak akan banyak berinteraksi dengan gurunya atau pegawai sekolah lainnya. Begitu juga di rumah. Anak-anak pastinya akan banyak berinteraksi dengan orang-orang dewasa di sekitar rumahnya. Hal ini menjadikan orang tua harus memberikan perhatian terhadap anak-anaknya. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa kerawanan tiap daerah pasti akan berbeda-beda. Hal itu dilihat dari sikap lingkungan dan keagamaan dilingkungan tersebut. Jika lingkungan masyarakat tersebut memiliki nilai agama yang kuat, bisa jadi kasus pelecehan seksual terhadap anak dapat ditekan, walaupun tidak menjamin bahwa dilingkungan tersebut bebas dari kasus itu. Begitu juga di daerah-daerah yang memiliki mobililitas dan pencampuran budaya sangat tinggi, seperti kota-kota besar dan daerah yang memiliki obyek wisata, sangat rawan terhadap kasus pelecehan seksual terhadap anak.

Baru-baru ini KPAI daerah melakkan penelitian mengenai kasus pelecehan seksual terhadap anak. Hasil penelitian tersebut, KPAI menilai dan menyimpulkan bahwa daerah paling rawan terjadi kasus pelecehan seksual terhadap anak adalah tempat-tempat wisata. Salah satu contohnya adalah kasus kekerasan sesual yang terjadi kepada puluhan anak di Kota Sukabumi yang dilakukan oleh tersangka AS. Pada tahun 2014, Erlinda, Seketaris Jenderal KPAI, mengungkapkan bahwa provinsi yang paling rawan terjadi kekerasan seksual terhadap anak-anak adalah Bali, lalu Medan, dan Nusa Tenggara Barat. Provinsi tersebut memiliki tempat wisata yang cukup eksotis dan biasanya banyak wisatawan baik asing maupun lokal yang datang ke daerah itu.

Lebih lanjut, Erlinda mengungkapkan bahwa mayoritas anak yang menjadi korban kekerasan seksual tersebut dari kaum pria, karena anak laki-laki rentan menjadi korban pelaku pelecehan seksual karena mudah terbujuk oleh si pelaku yang merupakan phedopolia.

Erlinda juga mengungkapkan bahwa, banyaknya kasus kekerasan kepada anak, paling utama disebabkan adanya kesempatan yang dimanfaatkan oleh pelaku serta pengawasan dari orang tua yang minim, sehingga si pelaku dengan mudah membujuk calon korbannya untuk melayani hasrat seksualnya tersebut.

Agar kasus ini tidak terulang kembali, dibutuhkan peran orang tua untuk memperhatikan anak-anaknya. Dimana orang tua berkewajiban untuk menjaga komunikasi dengan anak. Di samping itu, peran orang tua juga sangat diperlukan untuk mendidik anak-anaknya dari sisi spiritualnya, sehingga keimanan anak-anak akan meningkat dan terus meningkat seiring dengan perkembangan usianya.
Tidak hanya orang tua, peran serta pemuka agama pun cukup tinggi untuk mengantisipasi terjadi pelecehan seksual terhadap anak, sebab agama merupakan salah satu benteng yang kokoh untuk menjaga seseorang berubah kebiasaannya.


B575 ID

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget