Perhatikan 4 Faktor dalam Memilih Jenis Bisnis

Ide Bisnis Anda akan berharga jika Anda jalankan dengan segera.

Bisnis adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Kita setiap detik digesekan dengan yang namanya bisnis. Sadar ataupun tidak sadar, kita disibukan dengan ide-ide bisnis yang hanya hayalan belaka. 

Saya yakin setiap orang pasti punya ide bisnis. Namun, ide tersebut hanyalah ide. Kebanyakan orang ragu akan idenya. Dirinya merasa bahwa ide tersebut bisa dijalankan dengan banyak faktor yang harus dipenuhi. Padahal faktor tersebut hanya penghambat belaka.

Dalam memulai bisnis tidak harus memiliki ide yang cemerlang. Tapi dalam memulai bisnis hanyalah satu syarat, yaitu berani memulai. Ide cemerlang tidak akan bisa berhasil atas idenya tanpa memulainya. Ide bisnis akan kelihatan bagus apabila bisnisnya sukses. 

Banyak juga orang menghitung-hitung angka untung dan rugi atas ide bisnisnya. Namun, dia tidak juga kunjung memulainya. Padahal, jika hal tersebut terlalu detil dalam memulai menjalankan ide bisnis tersebut, maka bukannya akan tambah sukses. Yang ada hanyalah kekhawatiran-kekhawatiran yang tak berujung. Akhirnya, ide bisnis tersebut hanyalah sebuah ide.

Ada juga sebagian orang yang memiliki ide bisnis, namun tidak kunjung menjalankannya karena ingin ide bisnis tersebut sempurna. Hal ini juga merupakan penghambat dirinya dalam memulai bisnis. Padahal kesempurnaan suatu bisnis tidak cukup hanya utak-atik teori saja, tapi harus benar-benar dijalankan, dirasakan, dan dialami. Bagaimana bisa tau kalau ide bisnis tersebut memiliki kelemahan kalau dirinya tidak memulai untuk menjalankannya. 

Ada lagi yang memiliki ide bisnis, tapi dirinya menunggu momen atau waktu yang tepat. Padahal, waktu yang tepat untuk menjalankan bisnis tersebut adalah ketika calon pembeli datang untuk mencari barang yang dibutuhkannya. Karena menunggu waktu yang tepat, akhirnya ide bisnis tersebut tidak kunjung dijalankan.

Lantas timbul suatu pertanyaan, bagaimana dengan teori-teori manajemen yang selama ini dipelajari?

Kalau ada pertanyaan seperti itu, maka saya balik nanya. Seberapa banyak sarjana lulusan manajemen yang sukses mendirikan usaha? 

Kalaupun ada, berapa persen dari jumlah lulusan tersebut?

Jadi memang, semakin kita banyak tau tentang manajemen, maka akan semakin besar kekhawatiran kita akan kegagalan dalam berbisnis. Itu sebabnya lulusan manajemen hanyalah sebagai seorang pekerja di perusahaan yang notabene pendirinya bukan lulusan manajemen.

Untuk itu, saya sarankan bahwa lakukanlah dan jalankan sekarang juga ide bisnis Anda. Perbaiki kelemahan-kelemahan atas ide bisnis Anda sesuai apa yang ditemukan di lapangan. 

Teman-teman saya yang sukses di dunia bisnis adalah mereka yang merasa tidak ada lagi jalan lain kecuali menjalankan bisnisnya. Atau, dengan kata lain, mereka itu menjalankan bisnis dengan ulet dan tekun dikarenakan sudah mentok dan tidak ada jalan lain kecuali menjalankan bisnis tersebut. Mereka berusaha melamar pekerjaan tidak kunjung dapat. Ada juga diantara mereka yang kepepet karena kebutuhan yang rutin setiap bulannya harus dikeluarkan. Atau memang di antara mereka sudah tidak bisa lagi menjalankan bisnis lain (tidak punya ide) selain yang dijalankan saat ini. 

Makanya, saya sering menasihati teman-teman yang lain yang tidak kunjung mendapatkan pekerjaan. Saya katakan kepada mereka, bahwa itu peluang untuk menjalankan bisnis. Namun, tidak sedikit dari mereka yang bingung dan khawatir atau takut kegagalan. Ada juga yang beralasan tidak memiliki modal. Padahal itu semua ada solusinya, asalkan di dalam diri kita sendiri mencari jalan atau solusi atas masalah tersebut. 

Nah, untuk memilih dan menjalankan bisnis, sebaiknya Anda memperhatikan 3 faktor, yaitu:

1. Memerlukan Modal Besar

Modal besar yang harus dikeluarkan.

Bisnis pasti memerlukan modal. Namun, nominal modal yang harus dikeluarkan tergantung jenis usaha yang akan dijalankan. 

Kenapa saya katakan bahwa memilih bisnis yang memerlukan modal besar?

Kita semua tau, bahwa masyarakat indonesia cenderung melakukan bisnis seperti angin. Dimana pada saat angin ke timur maka dia pun ikut ke timur. Begitu juga pada saat angin ikut ke barat maka dia pun ikut ke barat. Begitu seterusnya. 

Jika Anda menjalankan bisnis, yang notabene itu merupakan murni ide bisnis Anda, jika Anda menjalankannya dan terlihat sukses maka orang lain cepat-cepat mengikuti jejak Anda. 

Contoh: 
Ibu A menjalankan usaha gorengan dan terlihat maju dan laris. Si ibu B tertarik dan ingin mendulang kesuksesan seperti apa yang dialami oleh si ibu A. Si ibu B akhirnya memutuskan untuk mengikuti jejak yang dijalankan oleh si ibu A. Si ibu B berharap dapat mendapatkan kesuksesan yang sama dengan si Ibu A. 

Karena ingin sukses dan merebut Pelanggan si ibu A, maka si ibu B membuat gorengannya lebih gede dan lebih murah dari gorengan si ibu A. Pada akhirnya, bukan malah sukses yang diraih oleh si ibu B, tapi kedua-duanya bangrut. 

Nah... dari contoh sederhana tersebut, bahwa jika Anda menjalankan usaha yang memerlukan modal kecil maka bukan tidak mungkin suatu saat Anda mengalami kesuksesan akan diikuti oleh orang lain tanpa terkendali. Tumbuh banyak begitu saja seperti jamur. Bukan tambah sukses, tapi malah hancur semua. 

Oleh karena itu, saya sarankan pilihlah bisnis yang memerlukan modal besar. Hal tersebut dikarenakan agar orang lain tidak dengan mudah mengikuti atau menjalankan bisnis sebagaimana bisnis yang Anda jalankan. 

Timbullah suatu pertanyaan, bagaimana bisa menjalankan bisnis dengan modal besar. Sementara saya tidak memiliki modal?

Jangan khawatir, karena memang bisnis tersebut tidak harus Anda mengeluarkan modal langsung pada saat menjalankan bisnis tersebut. Tentunya itu ada trik khusus yang dapat mengatasi permasalahan tersebut.

Untuk poin trik ini insyaallah akan saya bahas pada artikel berikutnya.


2. Tidak Mudah Dijalankan Orang Lain

Modal besar dan dengan ide bisnis yang hanya Anda yang tau, maka itu sudah membuat bisnis Anda aman. Walaupun orang lain tau, tapi banyak faktor yang membuat orang takut dan khawatir gagal dalam menjalankan bisnis tersebut. 

Ya... paham lah... Ketika bisnis tersebut harus mengeluarkan modal besar, maka orang yang akan mengikuti jejak Anda akan berpikir berkali-kali. Itu sebabnya faktor pertama itu penting.

3.  Berisiko Tinggi

Semakin tinggi risiko yang diambil, maka semakin besar pula keuntungan yang akan Anda peroleh. 

4. Kontinyu dan Perputaran Barang

Banyak orang yang selalu berpikir terlebih dahulu seberapa besar keuntungan yang akan diperolehnya, tanpa memikirkan kontinuitas barang tersebut keluar atau terjual. Padahal, jika berpikir kontinuitas maka akan cepat dan mudah mendapatkan keuntungan yang besar. Hal itu diperoleh dari omzet pada setiap periodenya. 

Karena memikirkan besar keuntungan, maka selanjutnya berpikir bisnis apa yang memiliki keuntungan besar. Padahal barang tersebut susah atau sangat sedikit segmennya. Kalaupun segmennya banyak, maka yang dilakukannya adalah menjual barang tersebut jauh lebih tinggi. Akhirnya bukannya laku, malah barang mandeg tidak terjual.

Oleh sebab itu, pilihlah bisnis yang kontinuitas dan perputaran barangnya banyak dan cepat.

Itulah beberapa faktor dalam memilih jenis bisnis yang akan Anda jalankan. Semoga artikel ini memberikan manfaat bagi Anda yang ingin berbisnis.

Tags:
Reaksi:

Posting Komentar

B575 ID

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget