Imunisasi Alami Bagi Anak

Bayi lucu, imunisasi bayi, imunisasi alami bagi bayi, imunisasi alami untuk bayi, fungsi imunisasi, guna imunisasi bagi tubuh bayi, nama indah bayi, bayi sehat dengan imunisasi alami, kegunaan kunyit bagi kesehatan, kesehatan bayi,

Bayi.

Kesehatan anak sangat penting bagi pertumbuhan fisik dan motorik anak. Sejak dalam kandungan anak sudah dijejali dengan vitamin dan obat penguat lainnya. Di samping itu, diberikan juga vitamin dan obat lain yang dapat menguatkan dan menyehatkan ibu yang lagi hamil.

Setelah lahir, si anak dijejali dengan vaksin sampai usia 2 tahun yang akrab disebut dengan imunisasi. Imunisasi tersebut sudah memang sudah dijadwalkan oleh bidan atau dokter anak. Jika ibunya lupa pada saat jadwal tiba maka imunisasi tersebut sudah tidak bisa lagi di berikan kepada anak tersebut. Oleh sebab itu, si ibu harus benar-benar memperhatikan jadwal kapan anak tersebut harus diimunisasi.
Kali ini saya akan berbagi pengalaman dengan para ibu. Siapa tau pengalaman saya bisa bermanfaat.

Anak pertama saya lahir tahun 2011 dengan berat badannya 2,1 kg. Karena termasuk kecil, Ibu Heni (bidan yang membantu peralinan) menyarankan agar memakai penghangat dengan lampu dan jangan dulu dimandiin sampai berat badannya mencapai 2,3 kg. 

Dengan saran yang diberikan bidan, kami pun menjalankan saran tersebut. Kami memutuskan untuk tidak memandikan si anak sampai berat badanya terpenuhi. Jadi anak saya yang pertama tidak mengenal air sampai berat badannya terpenuhi, sesuai saran bidan. Pantas saja kalau anak saya dimandiin suka menangis sepanjang mandi.hehehe....

Di samping itu, kami juga menjalankan saran bidan untuk memberikan lampu tepat di atas badannya agar tetap dalam kondisi hangat. 

Setelah kurang lebih usia 2 minggu, datanglah salah satu saudara saya untuk menjenguk anak saya yang baru lahir. Ya... mungkin berbagi kebahagiaan atas kelahiran anak pertama saya. Di samping saudara, dia juga memang sudah terkenal di dareah saya bahwa dirinya suka membantu orang melahirkan, tapi bukan bidan. Ya... kalau dibilang orang kampung sih namanya guguni atau paraji atau indung berang. Balau bahasa nasional Indonesia sih sering disebut dukung bayi. 

Dia pun melihat anak saya yang masih dikasih lampu tepat di atas badannya. Dia bertanya kepada kami, kenapa bayinya diberi lampu? Kami pun menjelaskan sesuai dengan apa yang disarankan oleh bidan. 

Setelah mendengar penjelasan kami, dia pun ketawa sambil berkomentar yang mengatakan bahwa pantesan si bayi tersebut betah dan tidak rewel. Terus dia menyarankan agar bayi tersebut cepat naik kiloannya beri air kunir atau kunyit yang sudah diolah terlebih dahulu. 

Mendengar saran tersebut saya malah khawatir. Soalnya saya tau kalau kunir atau kunyit tersebut rasanya memang pahit dan gak enak. Saya takut malah terjadi apa-apa sama anak saya. Setelah menjelaskan panjang lebar, kami pun percaya dan akan mencobanya. 

Untuk menambah keyakinan, saya pun bertanya ke paman Google. Saya mencari penjelasan mengenai kandungan yang terdapat dalam kunyit. Setelah menemukan, saya pun membaca dengan penuh ketelitian dan berusaha memahaminya. Setelah saya baca sampai habis, kaget dan terperangah. Ternyata kandungan kunyit sangat kaya akan manfaat. Pantesan saudara saya tersebut menyarankan agar kami memberikan air kunyit kepada anak saya.
Kunyit.

Kandungan utama kunyit adalah kurkumin dan minyak atsiri yang berfungsi untuk pengobatan hepatitisantioksidan, gangguan pencernaan, anti mikroba, anti kolesterol, anti HIV, anti tumor (menginduksi apostosis), menghambat perkembangan sel tumor payudara, menghambat ploriferasi sel tumor pada usus besar, anti invasi, anti rheumatoid arthritis (rematik).Diabetes melitus, Tifus, Usus buntu, Disentri, Sakit keputihan; Haid tidak lancar, Perut mulas saat haid, Memperlancar ASI; Amandel, Berak lendir, Morbili, Cangkrang (Waterproken).

Dari pengetahuan dan saran tersebutlah kami memberikan anak saya air kunyit setiap pagi. Hasilnya, Alhamdulillah anak saya dalam satu minggu sudah naik 1,5 ons. Jadi yang tadinya susah banget naik berat badanya, sekarang anak saya sudah bisa naik berat badan dengan cepat. Dan, tidak menunggu lama lagi anak saya sudah bisa dimandiin. 

Itu sebabnya, anak saya suka nangis jika dimandiin. Maklum selama 3 minggu gak mengenal air. hehehe....

Selain berat badan cepat naik, ibunya juga merasa kewalahan karena anak saya meningkat drastis intensitas nyusunya. 

Kami memberikan kunyit ini sampai anak saya berusia 2 tahun. 

Selama perjalanannya saya banyak disuguhkan berbagai keajaiban. Salah satunya adalah tidak mudah kena virus. Saya pernah mengalami flu dan batuk berat begitu juga dengan istri saya. Namun yang jadi heran adalah anak saya tidak terkena sama sekali. Padahal saya dan istri saya tidak pernah pakai masker ketika bermain dengan si kecil. Sungguh keajaiban yang luar biasa.

Cara Meramu Air Kunyit untuk Bayi

1. Ambil beberapa batang kunyit dan cuci bersih.
2. Parut kunyit yang sudah dicuci tersebut. 
3. Berikan 1 gelas air putih lalu rebus sampai mendidih.
4. Dinginkan dan saring dengan cara pake kain bersih. 
5. Berikan pada bayi dengan menggunakan sendok teh. Berikan 3 sendok saja pada anak di setiap paginya. Sedangkan sisa air kinyit tersebut minum oleh ibunya. 
6. Lakukan hal tersebut setiap hari.

Catatan:
Untuk menghindari rasa pahit pada lidah si bayi maka saran saya sebaiknya diberi gula merah atau aren secukupnya pada saat perebusan. 

Demikian pengalaman sekaligus tips dari saya dalam artikel ini. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat pada pembaca.


Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Kunyit
Tags:
Reaksi:

Posting Komentar

B575 ID

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget