2 Pasal yang Berlaku Bagi Bos Besar

Bos besar organisasi hitam, big boss, ketua pesar, mimpi bertemu bos besar


Bos Besar.

Halo pembaca yang budiman. Kali ini Manggu Media akan menyampaikan mengenai peraturan yang berlaku bagi big boss.

Anda tau big boss?

Big boss atau bos besar atau juragan merupakan orang yang mempunyai perusahaan dimana Anda bekerja. Atau dengan kata lain, bos besar adalah orang yang paling berkuasa atas perusahaan tersebut. 

Bos besar adalah orang yang mendirikan sebuah perusahaan sampai perusahaan tersebut besar dan berdiri kokoh. Manju atau mundurnya perusahaan tergantung dari bos besar dalam mengembangkan dan memanaj perusahaan tersebut.

Bos besar merupakan orang yang paling tahu tentah ruhnya perusahaan. Orang ini sangat tau persis bagaimana susah dan perihnya dalam mendirikan perusahaan. Sehingga ketika ada karyawan atau bawahannya merasa tidak menguntungkan perusahaannya, bos besar akan menegur bahkan memarahi karyawan tersebut. Kalau dikiranya sudah merasa keterlaluan atas kesalahan yang diperbuat karyawan atas perusahaannya maka tidak segan-segan untuk memecat karyawan tersebut. Wah ngeri juga ya.

Jika Anda seorang karyawan maka jangan khawatir bila Anda masih berada dijalur peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan. Jikapun Anda melakukan kesalahan kecil, pasti bos besar akan memakluminya. Ya... kalau ditegur itu pasti. Yang terpenting adalah Anda jangan sering-sering melakukan kesalahan. Karena, walaupun kesalahan itu kecil kalau keseringan maka bos besar juga akan merasa jengkel. Dan, bukan tidak mungkin Anda akan kena marah yang berujung pemecatan. 

Saya sendiri pernah bekerja di perusahaan orang lain. Rata-rata (ini pengalaman saya saja) karyawan membicarakan atasannya yang jelek-jelek. Mereka merasa tidak puas atas perlakuan dan peraturan yang diterapkan di perusahaan tersebut. 

Anda tau bahwa ternyata yang saya alami untuk ngomongin bos yang jelek-jelek itu tidak ada habis-habisnya. Pas jam istirahat sambil makan siang para karyawan berbincang mengenai perusahaan dan bosnya. Mereka asyik dan ada saja tema untuk ngomongin bos besar. Itu lah. Anu lah. Bla bla bla. hehehe... pengalaman.

Pada dasarnya apa yang dilakukan bos terhadap karyawannya dilihat karyawan hampir semuanya jelek. Hal itu disebabkan perlakukan bos besar terhadap dirinya merasa tidak adil. Padahal mereka sudah berbakti menjalankan tugas-tugas yang diberikan oleh perusahaan kepadanya. 

Namun, anehnya adalah walaupun mereka merasa tertindas oleh bos besar tetap bertahan dan bekerja di perusahaan tersebut, tidak berusaha untuk keluar dan menjaci pekerjaan di perusahaan lain. Coba apa sebabnya? Saya sih hanya mengira-ngira saja, bahwa seorang karyawan masih bertahan di tempat bekerjanya karena bingung mau cari kerja dimana lagi. Sementara kebutuhan penghasilan tidak bisa ditunda-tunda. Alasan lain adalah jika keluar dari perusahaan maka penghasilan yang selama ini nikmati akan hilang seketika dan menjadi penganguran. Tapi alasan-alasan itu relatif juga, tergantung orang memahaminya.

Bos besar terkadang arogan di depan karyawannya. Dia merasa dirinya paling hebat di anatar karyawan-karyawannya. Atau, dia menganggap bahwa karyawannya adalah manusia biasa yang tidak bisa apa-apa. Sementara dirinya adalah orang yang hebat sehingga bisa mendirikan perusahan tersebut.

Saya pikir hal itu wajar bagi bos besar. Karena memang mendirikan perusahaan tidaklah mudah. Dia harus berjuang mati-matian. Dia harus berpuasa atas segalanya. Orang lain bisa jalan-jalan di saat hari libur, sedangkan dia masih memikirkan perusahaan yang dibangunnya sangkan cepat berkembang. Orang lain bisa makan enak di restoran terkenal, sedangkan dia hanya bisa makan di rumah seadanya. Karena dia berpikir bahwa jika tidak hemat maka perusahaan pun tidak akan cepat besar. Selain itu, daripada uang yang dipakai buat jalan-jalan atau makan yang enak di restoran, lebih baik dijadikan modal untuk mengembangkan perusahaan. Saya teringat dengan perkataan teman saya. Pada saat cerita tentang perjuangan membesarkan perusahaannya selalu bilang, "Saya mendirikan perusahaan ini harus berdarah-darah". Nah.., kata "berdarah-darah" itulah yang saya ingat sampai sekarang.

Ngomongin bos besar pasti akan seru jika Anda seorang karyawan. Tapi apakah Anda tau bahwa ternyata peraturan perusahaan yang dibuat tidaklah ada artinya, walaupun sangat membantu atas jalannya perusahaan. Karena pada akhirnya kembali ke bos besar.

Dari seambreg peraturan yang berlaku di sebuah perusahaan, hanya ada 2 Pasal yang berlaku bagi bos. 

Apa saja 2 Pasal tersebut?

Dua Pasal yang berlaku bagi bos besar, yaiu:

Pasal 1
Bos tidak pernah salah atas apa yang dibuat dan diucapkannya di perusahaannya.

Pasal 2
Apabila bos salah dalam ucapan maupun tindakannya maka kembali ke Pasal 1.

Itulah 2 Pasal yang berlaku bagi bos besar. Jadi bos besar, bagaimanapun, tidak bisa disalahkan begitu saja. Dan jika pun salah maka dia tidak mau disalahkan. Artinya, karyawanlah yang harus mengalah. Sehingga mau tidak mau si karyawan harus menuruti apa yang diarahkan bos besar. Karena, bos besar adalah segalanya di perusahaan dirinya.

Dari ulasan tersebut, saya sedikit menyarankan kepada Anda agar Anda berusaha menjadi bos besar. Itu artinya Anda harus mendirikan dan membangun perusahaan sendiri. 

Semoga bermanfaat.
Tags:
Reaksi:

Posting Komentar

B575 ID

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget